Pomelo

Untuk memudahkan mengingat jenis kopi yang Anda sukai ini, TGC menamakan kopi ini Pomelo = Jeruk Bali.

Origin: Kintamani, Bali
100% arabica coffee
Tasting notes:
Process: Microbiome 51 days fermentation

Intermezzo: apakah Jeruk Bali berasal dari Bali? BUKAN! Melainkan buah asli Asia Selatan dan Tenggara. Kalau varietas jeruk lokal di bali yah jeruk siam kintamani yang bentuknya agak kecil dengan warna kulit kuning-oranye, rasa buahnya manis sedikit asam segar khas jeruk keprok.

Yang unik dari biji kopi Pomelo ini adalah proses-nya (proses pasca panen yah maksudnya). Bukan anaerobik ataupun carbonic, namun dinamai oleh prosesor nya sebagai microbiome fermented. Apalagi ini yah…

Coba dulu di seduh dan diseruput segera kopi Pomelo ini saat masih hangat, rasakan aroma dan nikmat mana yang kau dustakan! Nah… demikian penjelasan dari proses nya: Microbiome itu, biji kopi di fermentasi; di coating mikroba kompleks yang mengandung banyak strain yang sinergis satu dengan yang lain, sampai ke level ordo mikroba nya, selama jangka waktu tertentu untuk mencapai stabilisasi dan maturiti. Jadi hasilnya akan lebih konsisten, kompleks, dan terkontrol.

Kelebihan proses fermentasi ini adalah profil kopi menjadi lebih balance, dan memunculkan aroma tertentu yang awalnya tidak ada pada proses biasa menjadi muncul pada hasil fermentasi ini.

Maju terus prosesor-prosesor kopi Indonesia. Anak muda harapan bangsa.

Dapatkan kopi POMELO di semua cabang TGC. Dikemas juga dalam hardbox yang menawan, sangat cocok untuk buah tangan bagi orang yang berharga bagimu. Selama persediaan masih ada tentunya!

Anda yang menyukai kopi ini mungkin juga akan menyukai ORCHID, KAORU, MEGA

ORCHID

Untuk memudahkan mengingat jenis kopi yang Anda sukai ini, TGC menamakan kopi ini Anggrek = Orchid (dalam bahasa Inggris), yaitu lebih spesifiknya adalah bunga Anggrek Serat, flora endemik Sulawesi yang sudah hampir punah.

Origin: Toraja Sapan, South Sulawesi
100% arabica coffee
Tasting notes: complex, floral fragrance, orange, red tea, sweet, cocoa aftertaste
Process: Microbiome 46 days fermentation

Intermezzo: tahun 1997-an, ada prangko yang terbit di Indonesia dengan gambar bunga Anggrek Serat

Yang udah berumur pasti tau apa itu prangko, kalau yang tidak tau, boleh langsung cek di wikipedia, tautan sudah kami sertakan diatas, untuk menambah wawasan tentang sejarah dan sedikit tentang Indonesia.

Yang unik dari biji kopi Orchid ini adalah proses-nya (proses pasca panen yah maksudnya). Bukan anaerobik ataupun carbonic, namun dinamai oleh prosesor nya sebagai microbiome fermented. Apalagi ini yah…

Coba dulu di seduh dan diseruput segera kopi Orchid ini saat masih hangat, rasakan aroma dan nikmat mana yang kau dustakan! Nah… demikian penjelasan dari proses nya: Microbiome itu, biji kopi di fermentasi; di coating mikroba kompleks yang mengandung banyak strain yang sinergis satu dengan yang lain, sampai ke level ordo mikroba nya, selama jangka waktu tertentu untuk mencapai stabilisasi dan maturiti. Jadi hasilnya akan lebih konsisten, kompleks, dan terkontrol.

Kelebihan proses fermentasi ini adalah profil kopi menjadi lebih balance, dan memunculkan aroma tertentu yang awalnya tidak ada pada proses biasa menjadi muncul pada hasil fermentasi ini.

Maju terus prosesor-prosesor kopi Indonesia. Anak muda harapan bangsa.

Dapatkan kopi ORCHID di semua cabang TGC. Dikemas juga dalam hardbox yang menawan, sangat cocok untuk buah tangan bagi orang yang berharga bagimu. Selama persediaan masih ada tentunya!

Anda yang menyukai kopi ini mungkin juga akan menyukai KAORU, POMELO, MEGA

Papua


KABUT BENA – rasa yang lahir dari kabut pagi
waktu di mana alam belum tergesa, dan dunia masih bernapas perlahan
Setiap tegukan menghadirkan keseimbangan – antara terang dan tenang,
antara awal yang baru dan kenangan yang menetap.
Dari lembah berkabut di pegunungan Bena, Papua New Guinea
membawa kehangatan dan kesederhanaan dalam setiap tegukan

KABUT BENA
Origin: Bena, Papua New Guinea
Elevation: 1400-1900m ASL
Process: Washed
100% arabica coffee
Variety: Mix Typica, Arusha
Taste of dawn — floral, citrus & honey, flowing like mountain mist.
Aroma: Floral (bunga jeruk, melati) dengan nuansa buah batu seperti aprikot dan plum merah.
Flavor: Bright citrus (jeruk keprok, lemon zest) berpadu dengan sweetness seperti gula tebu atau madu ringan. Ada lapisan stone fruit (apricot, peach) dan sedikit winey note yang elegan, bukan fermentatif tapi seperti red wine acidity.
Body: Medium, silky dan clean.
Aftertaste: Lembut, meninggalkan kesan fruity–sweet dengan hint cocoa husk di akhir.

Mood: Clean • Herbal • Calm
Cocok untuk: slow morning / reflective brew

WAMENA
Origin: Wamena, Papua – Indonesia
Source : Lembah Baliem
Altitude : 1400 mdpl
Varietal : Jamaican Blue Mountain
Producer : Small lot farmer.
Process : Dryhull
Notes: seperti duduk sendiri di pagi yang dingin, namun tidak merasa sepi
Tasting Notes: Brown sugar, chocolaty, herbal, smooth
Fragrance/Aroma: Brown sugar sweetness with soft herbal nuances and light cocoa aroma
Flavor: Smooth chocolaty profile layered with brown sugar sweetness and subtle herbal complexity.
Acidity: Medium-low, soft and balanced
Body: Medium to full, smooth and rounded on the palate
Aftertaste: Clean lingering finish with sweet herbal and cocoa impressions
Balance: Well-balanced cup with harmonious sweetness, smooth body, and gentle earthy complexity
Overall Impression: comforting and approachable with smooth texture, warm sweetness, and refined herbal depth.

Kopi ini tumbuh jauh dari keramaian—
di udara dingin yang membuat waktu terasa berjalan lebih lambat.
Ia hadir dengan tenang, tidak mencoba mengejutkan,
namun perlahan mengisi ruang dengan hangat yang dalam.
Ada manis yang terasa akrab,
seperti kenangan lama yang tiba-tiba kembali tanpa dipanggil.
Lembut, hangat, dan menenangkan.
Lalu muncul kedalaman yang tenang, membumi dan sedikit liar,
seperti berjalan menyusuri tanah basah pegunungan Papua setelah hujan reda.
Halus dan mengalir pelan, membiarkan setiap tegukan terasa utuh,
tanpa perlu terburu-buru menuju akhir.
Dan ketika semuanya selesai,
yang tertinggal bukan hanya rasa— melainkan keheningan yang hangat

Mood: Clean • Natural • Comforting
Cocok untuk: pagi dingin / daily cup

Di TGC, kami percaya bahwa kopi bukan sekadar rasa — tapi juga perasaan. Dengan begitu banyak kopi langka dari seluruh dunia, kami menciptakan “karakter” untuk membantu kamu mengingat cita rasa dan jiwa dari masing-masing kopi.

Sama seperti tokoh favoritmu dalam buku atau film, kamu akan terus kembali pada karakter yang paling menyentuh hatimu.
Jadi… udah ketemu kopi favoritmu?

Kopi TGC Papua terdaftar di BPOM
Shop online kopi Papua klik Tokped di sini
Diproduksi oleh PT Coffee TGC Indonesia
Kopi TGC adalah coffee roastery yang telah berdiri sejak 2014


SOLD OUT

Bpiri, Papua, Indonesia
Elevation: 2000mAsl
Process: Washed
100% arabica coffee
Notes: Pepper, cinnamon, nutmeg, lemon hint

Papua, Indonesia
Variety: Arusha, Bourbon, Typica
Elevation: 1700mAsl
Tasting notes: cherry aroma, clean medium body, blackcurrant sweetness, creamy finish
Process: Washed
100% arabica coffee

Goroka, Papua New Guinea
1700m ASL
Washed Process
Variety: Arusha, Bourbon, Typica
Notes: cherry aroma, clean medium body, blackcurrant sweetness, creamy finish



Cobra

Variety: Lini S
Elevation: 1000-1250mAsl
Tasting notes: cinnamon, honey, citrus hints, caramel aroma, medium body & acidity
Process: Washed
100% arabica coffee
Organic system