Verrill

Untuk memudahkan mengingat jenis kopi yang Anda sukai ini, TGC mem-visual kan kopi ini sebagai VERRILL. Diambil dari nama Perancis, yang berarti faithful; terinspirasi dari Picasso.

100% Arabica coffee
Origin: Kintamani, Bali
Tasting notes: citrus, low body high acidity, clean finish
Process: Washed
Elevation: 900m ASL

Pulau Bali merupakan salah satu penghasil kopi di Indonesia meskipun jika dilihat dari sejarahnya agak
tertinggal dengan perkebunan kopi daerah lain karena perlawanan masyarakat setempat terhadap
pemerintah kolonial Belanda.
Secara tradisi, Bali merupakan penghasil kopi robusta yang dikembangkan secara secara organik. Perkebunan kopi biasanya
dimiliki oleh para petani kecil dengan lahan terbatas dan dikelola secara kolektif dalam sistem koperasi khas masyarakat Bali. Beberapa perkebunan dikembangkan secara modern dan banyak yang sudah dijadikan obyek wisata.

Kopi arabika Kintamani ditanam di Desa Kintamani, Kabupaten Bangli, Bali
Kopi Kintamani dari daerah sejuk ini memang memiliki keunikan cita rasa yang berbeda dari kopi di daerah lain di nusantara. Kopi Bali Kintamani memiliki cita rasa buah-buahan yang asam dan segar. Hal tersebut terjadi karena tanaman kopi di Bali Kintamani ditanam dengan ketinggian 900 mdpl bersamaan dengan tanaman lain seperti aneka sayuran dan buah jeruk.
Kawasan Kintamani berada dilereng gunung berapi batur dengan jenis tanah Entisel dan Inceptisol. Tanaman kopi arabika terbentuk dari varietas-varietas terseleksi.

Svein

Untuk memudahkan mengingat jenis kopi yang Anda sukai ini, TGC mem-visual kan kopi ini sebagai seorang pemuda Viking dari Scandinavia bernama Svein.

Origin: Mandheling, Sumatra
100% arabica coffee
Tasting notes: herbs, bold body and medium acidity
Process: Washed

Kopi dari pulau Sumatra umumnya pada citarasa-nya cenderung lebih intens dan kompleks, sehingga bagi penggemar kopi yang tidak terlalu menyukai karakter sweetness dan juicy, kopi-kopi Sumatra umumnya dirasa cocok.

Mandailing atau oleh masyarakat internasional disebut Mandheling, diambil dari nama suku
mayoritas di daerah Tapanuli Selatan, Sumatra Utara. Kopi yang mulai dikenal oleh dunia sejak tahun 1878 ini, ditanam di wilayah dataran tinggi dengan ketinggian 1200 mdpl Pegunungan Bukit Barisan, Sumatra Utara.
Dalam buku William H. Ukers (New York, 1922), mengatakan bahwa kopi ini menjadi kopi
terbaik di dunia, sehingga wajar jika saat itu kopi Mandailing menjadi salah satu kopi termahal
di pasar internasional.

Kenta

Untuk memudahkan mengingat jenis kopi yang Anda sukai ini, TGC mem-visual kan kopi ini sebagai seorang pe-sumo dari Jepang, bernama Kenta; yang berarti sehat, kuat, dan besar – sangat cocok dengan karakter rasa kopi gayo.

100% Arabica Coffee
Origin: Gayo, Sumatra
Tasting notes: Complex, spices aroma, low acidity, bold body, long after taste.
Process: Washed

Kopi Gayo adalah hasil kopi yang didapat dari pohon yang tumbuh di daerah dataran tinggi
Gayo Sumatra, Indonesia.

Pada 2010 lalu, kopi Gayo telah mendapat sertifikat Fair Trade dari organisasi nirlaba Fairtrade
International. Di bulan Oktober di tahun yang sama, kopi Gayo juga memperoleh skor tertinggi
pada kegiatan Indonesian Specialty Coffee Auction yang semakin menandai kopi daerah ini
sebagai salah satu kopi organik terbaik—di dunia.
Dataran Tinggi Gayo dianugerahi topografi yang sangat sesuai untuk pertumbuhan dan
perkembangan kopi karena tinggi rata-rata kopi arabika yang ideal tumbuh adalah di atas 1000
mdpl dan didukung juga dengan kondisi tanah yang subur. Kondisi tanah di Dataran Tinggi Gayo
adalah vulkanik, jenis tanah yang memiliki nutrisi tinggi, berasal dari proses vulkanik banyak
gunung api yang ditemukan di sini.

Carabella

Untuk memudahkan mengingat jenis kopi yang Anda sukai ini, TGC mem-visual kan kopi ini sebagai balerina dari Italia bernama Carabella, dengan arti wanita berwajah cantik.

Origin: Flores (bajawa), NTT
100% arabica coffee
Tasting notes: nutty, floral, medium body and acidity
Process: Washed

“Flores” berarti “bunga” dalam bahasa Portugis. Sebelum bernama Flores, pulau ini diberi nama
pulau Ular atau pulau Nipa karena selain bentuk pulaunya yang seperti kepala ular, di daerah ini
dulunya juga banyak ular.
Secara umum pulau Flores mengandung tanah dari abu gunung berapi (andosol) yang sangat ideal untuk
ditanami kopi organik. Ini pula yang menjadi ciri khas kopi-kopi di daerah ini,
pembudidayaannya dilakukan menggunakan pupuk alami dan tanpa pestisida. Cara organik
yang demikian membuat cita rasa kopinya unik dan mengandung aroma-aroma yang alami.

Bajawa adalah sebuah kota di Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur. Jenis kopi yang ditanam
di lereng gunung Inie Rie ini adalah arabika. Gunung yang tingginya 2200 m yang terus berubah
warna ketika pergantian musim ini termasuk gunung berapi yang masih aktif. Hal itu yang
menyebabkan tanahnya adalah tanah vulkanik yang subur. Karakter kopi flores bajawa ini unik dan tidak sama dengan kopi-kopi nusantara lainnya.