TGC house blend ESPRESSO blend – dibuat spesial untuk pecinta espresso 100% arabica coffee Tasting notes: fruity, bold, medium acidity, balance, complex taste Process: Washed
Untuk memudahkan mengingat jenis kopi yang Anda sukai ini, TGC mem-visual kan kopi ini sebagai seorang pujangga dari Inggris bernama Bliss, terinspirasi oleh Shakespeare dengan berbagai karyanya yang me-legenda.
100% Arabica Coffee Origin: Rantekarua Mountain, Bittuang Tana Toraja, Sulawesi Selatan Tasting notes: nutty, lemon, flowery, floral, fruity, malic acid Elevation: 1500-1800m ASL Process: Washed
Toraja adalah daerah pegunungan yang dihuni oleh kelompok etnis Toraja. Seperti kebanyakan di Indonesia, ini adalah lokasi yang basah dan lembab, berjenis tanah endapan liat/marine memberikan satu keunggulan sangat cocok untuk pengembangan budidaya kopi dengan kualitas yang sangat prima dan mampu membuat kualitas kopi dari Tana Toraja memiliki keunikan dari segi karakteristik rasa dan aroma.
Untuk memudahkan mengingat jenis kopi yang Anda sukai ini, TGC mem-visual kan kopi ini sebagai seorang British Explorer, bernama Kapena; yang berarti kapten dalam bahasa Hawai.
Di TGC, kami percaya bahwa kopi bukan sekadar rasa — tapi juga perasaan. Dengan begitu banyak kopi langka dari seluruh dunia, kami menciptakan “karakter” untuk membantu kamu mengingat cita rasa dan jiwa dari masing-masing kopi.
Sama seperti tokoh favoritmu dalam buku atau film, kamu akan terus kembali pada karakter yang paling menyentuh hatimu. Jadi… udah ketemu kopi favoritmu?
Kamu yang menyukai kopi ini mungkin juga akan menyukai Makale
Kopi Gayo adalah hasil kopi yang didapat dari pohon yang tumbuh di daerah dataran tinggi Gayo Sumatra, Indonesia. Secara administratif Dataran Tinggi Gayo meliputi wilayah Kabupaten Aceh Tengah, Kabupaten Bener Meriah dan Kabupaten Gayo Lues. Tiga kota utamanya yaitu Takengon, Simpang Tiga Redelong dan Blang Kejeren. Aceh yang terletak di ujung utara pulau Sumatera dan memiliki beragam jenis keunikan, mulai dari budaya, adat istiadat, kuliner khas, bentangan alam yang indah hingga hal unik lainnya. Tak hanya itu, Aceh dikenal juga sebagai salah satu sentral produksi kopi arabika terbesar tak hanya di Indonesia, namun juga di Asia dengan kualitas kopinya yang baik di level dunia. Kopinya yang lebih dikenal dengan sebutan Kopi “Gayo” karena karakteristik aroma dan rasa kopinya yang khas
KENTA
Untuk memudahkan mengingat jenis kopi yang Anda sukai ini, TGC mem-visual kan kopi ini sebagai seorang pe-sumo dari Jepang, bernama Kenta; yang berarti sehat, kuat, dan besar – sangat cocok dengan karakter rasa kopi gayo.
Dari tanah yang pernah disebut Parahyangan — tempat para dewa beristirahat — lahirlah cita rasa yang menenangkan. Preanger menghadirkan keaslian rasa yang tumbuh dari keseimbangan alam: manis, lembut, dan penuh karakter. Teguk perlahan, dengarkan bagaimana bumi berbisik manis di dalam cangkirmu.
PREANGER NA de REGEN Origin: Ciwidey, West Java 100% arabica coffee Process: Semiwash Grade: 1 Varietas: mixed – ateng super, lini-s, Typica 1200-1500m ASL Crop April 2026 Notes: seperti tanah yang baru saja disentuh hujan — yang selalu berhasil membawa pulang ingatan Fragrance/Aroma: Earthy sweetness with subtle herbal tones and soft spice nuances. Flavor: Deep earthy character layered with dark caramel sweetness, mild herbal notes, and gentle cocoa undertones Acidity: Medium-low, soft and rounded with a clean structured profile Body: Medium to full, smooth and syrupy Aftertaste: Lingering earthy-sweet finish with subtle bittersweet and herbal impressions Balance: Well-balanced cup with comforting depth, smooth body, and refined rustic complexity Overall Impression: a calm and grounding coffee with earthy warmth, soft sweetness, and a lingering after-rain character
Seperti tanah yang baru saja disentuh hujan, kopi ini datang membawa keheningan yang lembap dan hangat sekaligus. Ia tidak membuka dirinya dengan tergesa. Semuanya hadir perlahan— dalam, tenang, dan sedikit dingin, seperti pagi di Ciwidey yang masih diselimuti kabut tipis. Ada rasa membumi yang membuatmu diam sejenak, lalu perlahan berubah hangat, akrab, dan menenangkan, seperti suara hujan yang terdengar dari kejauhan. Tubuhnya terasa penuh namun lembut, mengalir pelan tanpa sudut yang tajam, membiarkan setiap tegukan tinggal lebih lama dari yang kamu sadari. Di balik kedalamannya, ada sesuatu yang hidup namun tidak ramai— seperti aroma tanah basah yang selalu berhasil membawa pulang ingatan. Dan ketika cangkir itu kosong, yang tertinggal adalah rasa tenang setelah hujan reda— sunyi yang tidak terasa sepi, melainkan penuh
PREANGER Origin: Mt. Palasari, West Java 100% arabica coffee 1.200-1.300m ASL Variety: hybride timore, sigararutang, lini S Process: Full Wash Notes: seperti duduk tenang setelah hujan, dengan perasaan segar yang belum ingin pergi Tasting notes: lemongrass, citrus peel aroma, orange and green apple flavor with tea rose floral tones, medium silky body, bright clean acidity with refreshing notes of black tea finish Fragrance/Aroma: Fresh lemongrass with citrus peel and delicate floral hints Flavor: Bright citrus tones of orange and green apple, layered with subtle tea-rose florals Acidity: Medium to high, bright and clean with a refreshing character Body: Medium, silky and smooth on the palate Aftertaste: Clean and refreshing with a lingering black tea-like finish Balance: Well-structured with a harmonious interplay between brightness, florals, and smooth body Overall Impression: A vibrant and elegant cup with refreshing acidity, delicate florals, and a refined tea-like finish.
Kopi ini bukan sekadar untuk dinikmati, melainkan untuk didengarkan— bagaimana bumi berbicara pelan, di dalam cangkirmu
PREANGER NATURAL Origin: Mt. Palasari, West Java 100% arabica coffee 1.200-1.300m ASL Variety: hybride timore, sigararutang, lini S Process: Natural Process Notes: jackfruit, tropical fruit, ripe banana aroma, medium body and medium acidity, clean finish with a touch of herbal tea
Preanger adalah merupakan sebutan orang-orang belanda untuk kata priangan. Kopi preanger adalah kopi yang dibudidayakan di daerah Jawa Barat. Memiliki cita rasa fruity dan aroma jackfruit atau buah nangka, keasaman ringan dan aroma yang kuat, menjadikan kopi ini banyak diburu oleh para penikmat kopi. Penanaman pertama kali dilakukan di batavia tepatnya di daerah pondok kopi, namun gagal karena banjir yang menghancurkan bibit kopi ini. Belanda mendirikan perkebunan kopi pertama di daerah priangan Jawa Barat dengan sistem tanam paksa, sebelum bibit kopi di sebar di seluruh wilayah nusantara sebagai mana kita ketahui sekarang. Berasal dari tanaman kopi arabika yang terbentuk dari varietas-varietas terseleksi dan unggul, yang ditanam di bawah pohon naungan dan dibudidayakan dengan pada prinsip-prinsip ekologis yang memperhatikan kelestarian lingkungan, serta dipupuk terutama dengan menggunakan pupuk organik dengan konsep pertanian Input Luar Rendah atau Low Ekternal-Input and Sustainable Agriculture (LEISA). Kopi java preanger memiliki rasa yang unik dengan varietas arabika yang di tanam diatas 1000meter diatas permukaan laut yang memiliki udara yang dingin dan kering, serta curah hujan antara 2.000 — 3.000 mm/tahun dan bulan basah antara 6-7 bulan setiap tahunnya. Penyebaran perkebunan kopi java preanger di Jawa Barat meliputi wilayah Gunung Cikuray, Gunung Papandayan, Gunung Malabar, Gunung Caringin, Gunung Tilu, Gunung Patuha, Gunung Halu, Gunung Beser, Gunung Burangrang, Gunung Tangkuban Perahu dan Gunung Manglayang. Gunung Palasari terletak di kawasan Bandung Utara, tepatnya di wilayah Lembang, Kabupaten Bandung Barat. Gunung ini berada dalam area Pegunungan Parahyangan yang membentang di sekitar Bandung dan merupakan bagian dari lanskap dataran tinggi yang menjadi ciri khas Bandung Utara. Lebih spesifik lagi, Gunung Palasari terletak di dekat kawasan wisata Cikole dan tidak jauh dari Gunung Tangkuban Perahu, salah satu gunung terkenal di Bandung. Pegunungan di sekitar Gunung Palasari memiliki pemandangan alam yang indah dan udara yang sejuk
CERITA TANAH YANG BERBISIK MANIS
Di lereng yang bernafas embun, tanah tua Priangan menumbuhkan kisahnya sendiri. Di antara kabut dan cahaya, biji-biji kopi lahir dari kesabaran — disentuh matahari, dibelai angin gunung, hingga aroma buah dan cokelat menari dalam setiap tegukan.
Preanger bukan sekadar kopi, ia adalah bahasa lembut dari bumi yang ingin dikenang. Setiap cangkirnya bercerita: tentang keseimbangan, ketenangan, dan kenangan yang tertinggal di langit pagi.
Untuk memudahkan mengingat jenis kopi yang Anda sukai ini, TGC mem-isual kan kopi ini sebagai GIA. Seorang dewi yang tergambarkan membawa tongkat dengan merak jawa di atas nya. Diambil dari nama Italia, yang berarti “god is gracious”; terinspirasi dari dewi Yunani yang sudah ada sejak abad ke 2 SM, karakter bernama Gia.
Di TGC, kami percaya bahwa kopi bukan sekadar rasa — tapi juga perasaan. Dengan begitu banyak kopi langka dari seluruh dunia, kami menciptakan “karakter” untuk membantu kamu mengingat cita rasa dan jiwa dari masing-masing kopi.
Sama seperti tokoh favoritmu dalam buku atau film, kamu akan terus kembali pada karakter yang paling menyentuh hatimu. Jadi… udah ketemu kopi favoritmu?
SOLD OUT: 100% Arabica coffee Origin: West Java Tasting notes: medium body, jackfruit flavor, hint of chocolate finish Process: Washed Elevation: 1,000m ASL
Anda harus log masuk untuk menerbitkan komentar.