Isadora Gesha

Gesha ini seperti sebuah pelarian, sempurna bagi mereka yang mencari kedalaman dan romansa dalam setiap tegukan.

Origin: Ayuyus Mountain, Amazonas, Peru
100% arabica coffee
Altitude: 1600-1900m ASL
Process: Natural
Variety: Gesha
Tasting notes: Secangkir Isadora terasa seperti cahaya bulan yang mengalir dalam gelas anggur tua.
Winey, cherry liquor, purple grape
Isadora — Dia berjalan dengan penuh misteri dan percaya diri, diselimuti oleh beludru dan mimpi.
Isadora begitu berani namun tetap anggun — parfumnya adalah aroma dark ceri, suaranya seperti dengung lembut musik jazz di larut malam. Seperti anggur merah yang lembut, kehadirannya terus membekas.

Mood: Bold • Smooth • Lingering
Cocok untuk: evening / intimate moment

Untuk memudahkan mengingat jenis kopi yang kamu sukai ini, TGC mengelompokkan-nya kedalam karakter VIDESHA – dalam bahasa sansekerta विदेश berarti “luar negeri” atau “negara lain”.
TGC mem-visual-kan karakter kopi ini dengan sebuah jam antik. Jam ini jarumnya tidak bergerak, inspirasi untuk tagline TGC:
“time stops in a cup of coffee, so enjoy!” serasa waktu berhenti saat menikmati secangkir kopi TGC

Di TGC, kami percaya bahwa kopi bukan sekadar rasa — tapi juga perasaan. Dengan begitu banyak kopi langka dari seluruh dunia, kami menciptakan “karakter” untuk membantu kamu mengingat cita rasa dan jiwa dari masing-masing kopi.

Sama seperti tokoh favoritmu dalam buku atau film, kamu akan terus kembali pada karakter yang paling menyentuh hatimu.
Jadi… udah ketemu kopi favoritmu?

Kamu yang menyukai kopi ini mungkin juga akan menyukai Lunaria, KENTA Takengon, Gayo Wine

Kopi TGC Videsha terdaftar di BPOM Shop online kopi TGC klik Tokped di sini
Diproduksi oleh PT Coffee TGC Indonesia
Kopi TGC adalah coffee roastery yang telah berdiri sejak 2014


MORE ABOUT PERU COFFEE

Lot ini terbuat dari varietas Gesha dan diproses dengan metode Natural. Setelah buah kopi dipetik dengan tangan dengan hati-hati ketika mencapai kematangan puncaknya, mereka dibawa ke wet mill di lokasi. Buah kopi kemudian menjalani fermentasi selama 72 jam.

Selanjutnya, mereka ditempatkan secara merata di atas tempat pengeringan untuk dikeringkan dalam kondisi terkendali selama 40 – 45 hari. Suhu dan kelembapan relatif dipantau dengan hati-hati selama periode ini untuk memastikan suhu tidak melebihi 25°C. Setelah pengeringan selesai, kopi dikemas dan disimpan sebelum hulling dan disiapkan untuk ekspor.

Kopi pertama kali tiba di Peru pada abad ke-18, namun jumlahnya sangat sedikit dan tidak diekspor hingga abad ke-19. Kemudian, pada akhir abad tersebut, selama wabah penyakit Karat Daun Kopi di Indonesia, orang Eropa memutuskan bahwa Peru akan menjadi negara yang ideal untuk menanam lebih banyak kopi. Seiring waktu, orang Inggris memperoleh lebih dari 2 juta hektar tanah setelah Peru gagal membayar utang. Dengan demikian, peternakan kopi yang luas mulai berkembang. Seiring waktu, peternakan-peternakan tersebut dibagi dan dijual kepada penduduk lokal setelah Perang Dunia, memberikan kesempatan kepada orang-orang pribumi yang bekerja di peternakan untuk memiliki tanah mereka sendiri. Namun, pertanian kopi tidak terstruktur dengan baik, yang mengakibatkan jalan yang buruk dan petani tidak tahu cara memproses dan menjual kopi mereka.

Setelah tanah direbut kembali oleh pemerintah Peru, dan penduduk lokal mulai mengelola peternakan mereka, produksi kopi segera berkembang. Koperasi dibentuk untuk membantu petani dalam proses dan pemasaran, meskipun tidak tanpa perjuangan. Dibutuhkan waktu bagi kopi untuk stabil setelah krisis ekonomi, peperangan, dan gejolak politik. Petani kopi Peru juga tidak memiliki akses ke pestisida, pupuk, atau agrokimia lainnya, sehingga Peru menjadi eksportir terbesar kopi Arabika organik. Saat ini, kopi tumbuh terutama di tiga wilayah Peru: Amazonas, San Martín, dan Chanchamayo di sepanjang lereng timur Pegunungan Andes. Produsen kecil perlahan-lahan bergabung dengan koperasi untuk menjual kopi mereka ke pasar internasional.

Lot kopi ini berasal dari ketinggian tinggi di wilayah Amazonas, Peru, dari Pegunungan Ayuyus di Finca Los Santos. Farm ini telah menanam kopi sejak tahun 1941, dan keluarga Santos telah selalu berdedikasi untuk menanam kopi yang luar biasa selama beberapa generasi. Saat ini, peternakan ini dikelola oleh generasi ketiga dari keluarga tersebut.

Tanah di peternakan ini kaya akan bahan organik berkat pemangkasan dan penyiangan yang terus menerus dilakukan di peternakan. Pisang, singkong, dan jagung juga tumbuh di Finca Los Santos untuk memberi makan keluarga dan pekerja. Tidak ada pestisida atau herbisida yang diterapkan di peternakan ini, menggunakan metode organik untuk melawan hama dan penyakit. Saat ini, Finca Los Santos menanam varietas Catimor, Caturra, Bourbon, dengan lot-lot baru dari Pacamara, Gesha, dan Bourbon.

Litani Mimpi

TGC house blend
100% arabica coffee
Tasting notes: fruity, herbs, citrus, medium body

Kami ciptakan blend ini dengan nama Litani Mimpi, serasa pujangga ya! Saat minum kopi ini terbayangkan serangkaian impian atau harapan yang diungkapkan dengan cara yang khusus dan indah, seperti menggambarkan perjalanan batin atau keinginan yang mendalam, untuk terus menikmatinya lagi dan lagi…

Untuk memudahkan mengingat jenis kopi yang Anda sukai ini, TGC mem-visual kan kopi ini sebagai seorang pujangga dari Inggris bernama Bliss, terinspirasi oleh Shakespeare dengan berbagai karyanya yang me-legenda.

Kopi TGC Bliss terdaftar di BPOM
Shop online kopi Bliss klik di sini
Diproduksi oleh PT Kopi TGC Indonesia
Kopi TGC adalah coffee roastery yang telah berdiri sejak 2014

Jenis kopi blend lain yang mungkin akan kamu suka yaitu: Senandung Langit, Dwi Naraya, Bliss espresso blend, Gunther

Kartika Jingga

100% arabica coffee
Origin : Argopuro Mountain, East Java
Varietas : Kartika, Orange bourbon, Typica, Java
Altitude : 1100 – 1500m ASL
Process: Anaerobic Natural 72h
Notes: A bold and expressive coffee, deep layers of red berries, tropical fruit, and a velvety wine-like sweetness. Expect jammy flavors of strawberry compote, ripe mango, and cherry liqueur, wrapped in a smooth, full body and a lingering chocolatey finish.

Untuk memudahkan mengingat jenis kopi yang Anda sukai ini, TGC mem-visual kan kopi ini sebagai GIA. Diambil dari nama Italia, yang berarti god is gracious; terinspirasi dari dewi Yunani yang bernama Gia.

Di TGC, kami percaya bahwa kopi bukan sekadar rasa — tapi juga perasaan. Dengan begitu banyak kopi langka dari seluruh dunia, kami menciptakan “karakter” untuk membantu kamu mengingat cita rasa dan jiwa dari masing-masing kopi.

Sama seperti tokoh favoritmu dalam buku atau film, kamu akan terus kembali pada karakter yang paling menyentuh hatimu.
Jadi… udah ketemu kopi favoritmu?

Buah kopi dikumpulkan dari ratusan petani kecil yang tinggal di daerah terpencil jauh dari jalan utama. Setelah buah kopi dipetik dan dibawa ke pabrik basah, mereka disortir menggunakan mesin sortasi air. Buah kopi yang tenggelam kemudian disortir kembali menggunakan WECO, mesin sortasi warna buah kopi buatan USA, untuk memastikan hanya buah kopi dengan kualitas terbaik yang terpilih.
Buah kopi tersebut kemudian dimasukkan ke dalam tong fermentasi dengan katup satu arah. Tong tersebut kemudian disegel dan kopi difermentasi selama 72 jam.
Setelah difermentasi, buah kopi disebar di atas terpal pengeringan dan diaduk merata setiap 30 menit. Buah kopi yang sudah kering akan kering setelah 14 hari dan dibawa ke pabrik pengeringan. Selanjutnya, hulling, disortir menggunakan mesin penyortir ukuran layar, penyortir kepadatan, dan penyortir warna, untuk memastikan hanya yang terbaik yang diterima dalam kategori kopi spesialti. Setiap kantong produksi dicicipi sebagai kontrol kualitas.

Kopi TGC Gia terdaftar di BPOM
Shop online kopi Gia klik di sini
Diproduksi oleh PT Kopi TGC Indonesia
Kopi TGC adalah coffee roastery yang telah berdiri sejak 2014

Pink Bourbon


Origin: Colombia, San Agustin
Process: Washed, classic fermentation
100% arabica coffee  
Variety: Caturra & Castillo
Elevation: 1850-1950m ASL
Tasting notes: green grape with mild floral essence, balanced lemon acidity and good panela orange sweetness

Setelah dilakukan proses perendaman, buah ceri kopi dipulping dan suhu serta pH-nya dipantau secara cermat untuk menentukan akhir dari fermentasi. Biji kopi berkulit tanduk kemudian diletakkan di atas rak pengering yang teduh untuk dikeringkan. Proses pengeringan yang lambat ini memakan waktu sekitar 28 hari hingga kadar kelembapan mencapai 11%.

Untuk memudahkan mengingat jenis kopi yang kamu sukai ini, TGC mengelompokkan-nya kedalam karakter VIDESHA – dalam bahasa sansekerta विदेश berarti “luar negeri” atau “negara lain”.
TGC mem-visual-kan karakter kopi ini dengan sebuah jam antik. Jam ini jarumnya tidak bergerak, inspirasi untuk tagline TGC:
“time stops in a cup of coffee, so enjoy!” serasa waktu berhenti saat menikmati secangkir kopi TGC

Di TGC, kami percaya bahwa kopi bukan sekadar rasa — tapi juga perasaan. Dengan begitu banyak kopi langka dari seluruh dunia, kami menciptakan “karakter” untuk membantu kamu mengingat cita rasa dan jiwa dari masing-masing kopi.

Sama seperti tokoh favoritmu dalam buku atau film, kamu akan terus kembali pada karakter yang paling menyentuh hatimu.
Jadi… udah ketemu kopi favoritmu?

Kamu yang menyukai kopi ini mungkin juga akan menyukai Los AradosValle del Cauca, Colombia

Kopi TGC Colombia terdaftar di BPOM
Shop online kopi Colombia klik di sini
Diproduksi oleh PT Kopi TGC Indonesia
Kopi TGC adalah coffee roastery yang telah berdiri sejak 2014

Makale

100% arabica coffee
Origin: Pango-Pango, Makale, Sulawesi
Altitude: 1850m ASL
Variety: Typica, Lini S, S796
Process: Extended Natural
Tasting notes: citrus, lychee, sweet mango, red berries, hazelnut

More Toraja Coffee you might like: Kapena

About the process:
Extended natural adalah metode pengolahan kopi yang merupakan variasi dari metode pengolahan Natural. Dalam metode ini, biji kopi tetap berada dalam biji buah (coffee cherry) selama periode yang lebih lama dari yang biasanya terjadi dalam metode pengolahan Natural standar. Proses ini memungkinkan biji kopi untuk mengalami fermentasi lebih lanjut dalam daging buahnya sebelum biji itu sendiri dikeluarkan dan dikeringkan.
Metode pengolahan ini sering kali digunakan untuk menciptakan profil rasa yang unik dan kompleks dalam kopi, karena biji kopi berinteraksi dengan daging buahnya dalam waktu yang lebih lama. Ini dapat menghasilkan karakteristik rasa yang lebih beragam dan mendalam dalam kopi yang dihasilkan. Namun, perlu diingat bahwa metode ini membutuhkan pengawasan dan perhatian yang lebih intensif selama proses pengolahan untuk memastikan kualitas dan kestabilan kopi yang dihasilkan.

About the Origin:
Pango-pango adalah daerah daengan dataran tinggi dipenuhi dengan pohon pinus yang berjejer rapih serta wilayah perkebunan baik kopi dan cengkeh. Tepatnya terletak di area Gunung Pango-pango, di Kelurahan Pasang, Kecamatan Makale Selatan, Kabupaten Tana Toraja, Sulawesi Selatan. Di tempat ini, proses penanaman kopi dapat dipelajari langsung dari ahlinya sehingga dapat menghasilkan biji kopi yang berkualitas.

Mengapa kopi Toraja sangat terkenal? karena kopi Toraja ini memiliki rasa dan aroma yang sangat nikmat dan berciri khas yang membuatnya cocok di lidah kebanyakan orang. Nah, itu dia daya tarik kopi Toraja yang membuat salah satu jenis di Indonesia ini menjadi mendunia.

Untuk memudahkan mengingat jenis kopi yang Anda sukai ini, TGC mem-visual kan kopi ini sebagai seorang British Explorer, bernama Kapena; yang berarti kapten dalam bahasa Hawai.

Di TGC, kami percaya bahwa kopi bukan sekadar rasa — tapi juga perasaan. Dengan begitu banyak kopi langka dari seluruh dunia, kami menciptakan “karakter” untuk membantu kamu mengingat cita rasa dan jiwa dari masing-masing kopi.

Sama seperti tokoh favoritmu dalam buku atau film, kamu akan terus kembali pada karakter yang paling menyentuh hatimu.
Jadi… udah ketemu kopi favoritmu?

Kopi TGC Kapena terdaftar di BPOM
Shop online kopi Kapena klik di sini
Diproduksi oleh PT Kopi TGC Indonesia
Kopi TGC adalah coffee roastery yang telah berdiri sejak 2014