Lintong – Jejak Toba

Tentang rasa yang tenang
dan waktu yang berjalan pelan

Origin: Lintong Nihuta, Sumatra Utara
100% arabica coffee
Variety: Line S
Elevation: 1200-1400m ASL
Process: Full Washed
Tasting notes: seperti duduk diam di sore hari—hangat, manis pelan, tidak banyak bicara
Nutty and smooth with brown sugar sweetness, light floral hints, a syrupy body, and a clean, gently sweet finish
Fragrance/Aroma: Soft floral notes layered with roasted nuts and brown sugar sweetness.
Flavor: Nutty and mellow with hints of brown sugar and light florals, presenting a smooth and approachable profile.
Acidity: Low to medium, gentle and rounded, contributing to an easy-drinking character.
Body: Medium to full, syrupy and smooth with a pleasant weight on the palate.
Aftertaste: Clean, slightly sweet with lingering notes of nuts and caramelized sugar.
Balance: Well-balanced cup with harmonious integration between sweetness, body, and mild acidity.
Overall Impression: A comforting and approachable coffee with a smooth, syrupy mouthfeel and subtle sweetness, ideal for those who enjoy a mellow and balanced profile.

Mood: Fresh • Calm • Lingering
Cocok untuk: slow evening / cappuccino

Ia tidak datang untuk mengejutkanmu.
Ia hadir seperti seseorang yang sudah kamu kenal lama—
duduk di sampingmu, tanpa banyak kata.

Ada hangat yang pelan,
seperti sore yang tidak ingin segera selesai.
Tidak terburu-buru, tidak memaksa,
hanya menemani.

Di dalamnya, ada rasa cukup—
cukup untuk membuatmu berhenti sejenak,
cukup untuk membuatmu tidak mencari apa-apa lagi.

Ia tidak meninggalkan kesan yang riuh,
tapi justru tinggal lebih lama—
seperti tenang yang akhirnya kamu temukan
setelah hari yang panjang.

Dan saat semuanya habis,
yang tersisa bukan hanya ingatan tentang rasa,
melainkan perasaan:
bahwa diam pun bisa terasa hangat

Bibit kopi Lintong dibawa oleh kolonial Belanda pertama kali sekitar tahun 1888. Lokasi penanaman kopi waktu itu terkonsentrasi pada daerah-daerah di sekitar pegunungan Bukit Barisan, dekat Danau Toba yang memiliki ketinggian ideal untuk tumbuhnya pohon kopi.
Daerah penanaman kopi umumnya berada di sekitar Kecamatan Lintong Nihuta, Kabupaten Humbang Hasundutan. Karenanya istilah kopi Lintong pun diambil dari kata Lintong Nihuta.
Sejak dulu, kopi Lintong termasuk favorit para peminum kopi di Eropa karena rasanya yang kuat dan aromanya yang cukup khas.
Wilayah tumbuh: daerah sekitaran kabupaten Humbang Hasundutan, yaitu kecamatan Lintong Nihuta (1,400-1,450 mdpl), kecamatan Dolok Sanggul (1,450-1,600 mdpl) dan sekitar Danau Toba.

Untuk memudahkan mengingat jenis kopi yang Anda sukai ini, TGC mem-visual kan kopi ini sebagai seorang pemuda Viking dari Scandinavia bernama Svein.

Di TGC, kami percaya bahwa kopi bukan sekadar rasa — tapi juga perasaan. Dengan begitu banyak kopi langka dari seluruh dunia, kami menciptakan “karakter” untuk membantu kamu mengingat cita rasa dan jiwa dari masing-masing kopi.

Sama seperti tokoh favoritmu dalam buku atau film, kamu akan terus kembali pada karakter yang paling menyentuh hatimu.
Jadi… udah ketemu kopi favoritmu?

Kopi TGC Svein terdaftar di BPOM
Shop online kopi Lintong klik Tokped di sini
Diproduksi oleh PT Coffee TGC Indonesia
Kopi TGC adalah coffee roastery yang telah berdiri sejak 2014

Untuk kopi-kopi Sumatra yang lain bisa cek di sini: Mandailing | Kerinci | Kopi Batak | Semendo | TanaKaro


STOK HABIS

Ini bukan kopi yang mencari perhatian.
Ia adalah kopi yang
menemani.

Origin: Lintong, Sumatra
100% arabica coffee
Elevation: 1450m ASL
Process: Washed
Tasting notes: seperti sore yang tidak perlu direncanakan, seperti percakapan yang tidak dipaksakan.
Herbs hint, medium acidity, medium body, balance, smooth finish
Fragrance (dry): Herbal, dried leaves, light earthy tones, with subtle spice.
Aroma (wet): Cleaner and more defined; fresh herbal notes, light florals, and a hint of sugarcane sweetness.
Flavor: Dominant herbal / tea-like character, supported by light nuttiness and a touch of mild chocolate. Clean profile, gentle and composed.
Acidity: Medium — soft and controlled, leaning toward malic (green apple–like) acidity. Not sharp, well-integrated.
Body: Medium — rounded and smooth, comfortable mouthfeel without heaviness.
Balance: Well-balanced — no single element overpowering, everything integrates harmoniously.
Sweetness: Light natural sweetness, resembling brown sugar / sugarcane.
Aftertaste: Clean and smooth — lingering light herbal notes, quickly clearing, leaving a gentle impression.
Overall Impression: A calm, clean, and balanced cup. Not overly complex, but steady and refined— easy to enjoy, with a quiet depth.

Di dalam cangkir,
ada jejak herbal yang halus,
keasaman yang cukup,
dan tubuh yang seimbang—
ditutup dengan rasa yang smooth,
tidak berisik, tapi tinggal lebih lama.

Tinggalkan komentar