100% arabica Origin: West Java Process: Wethulled Notes: Chocolaty, cloves, med acid, med body
Untuk memudahkan mengingat jenis kopi yang Anda sukai ini, TGC mem-visual kan kopi ini sebagai GIA. Diambil dari nama Italia, yang berarti god is gracious; terinspirasi dari dewi Yunani yang bernama Gia.
SUMATRA PEABERRY Origin: Lintong, Dolok Sanggul 100% arabica peaberry coffee Variety: mix Altitude: 1500 m ASL Process: Semi Washed Crop 2023 Tasting notes : in black herbs spice, high tobacco dan citrusy. In white sweet cookies dan white choco
100% Arabica Proses: Honey yeast fermented Origin: Aceh, Sumatra Elevation: 1300m ASL Variety: Abyssinia Notes: complex flavor profile with pineapple, black tea, and honey
100% Arabica Coffee Process: Natural Origin: Pantan Musara, Aceh Variety: Ateng Super, ateng juluk, P88, Gayo I Altitude: 1700m ASL Tasting Notes: Sweet longan, white grapes acidity, juicy body
Pantan Musara adalah sebuah kampung di Kecamatan Pegasing, Kabupaten Aceh Tengah, Provinsi Aceh, Indonesia.
Untuk memudahkan mengingat jenis kopi yang Anda sukai ini, TGC mem-visual kan kopi ini sebagai seorang pe-sumo dari Jepang, bernama Kenta; yang berarti sehat, kuat, dan besar – sangat cocok dengan karakter rasa kopi gayo.
kelembutan dan kekuatan… bukan untuk memikat, tapi meninggalkan jejak
SHAZI – antara kelembutan dan kekuatan, aroma yang halus tapi berdaya Ia menari di antara aroma dan rasa — bukan untuk memikat, tapi untuk meninggalkan jejak. Shazi lahir di mana kabut pagi bertemu tanah basah dan sinar matahari menetes di antara daun kopi. Dalam setiap cangkir, Shazi berbicara dengan bahasa yang lembut namun pasti.
TGC House blend: 70% Robusta 30% Arabica Coffee Origin: Java Tasting notes: — seperti langkah yang mantap di panggung senja chocolate, plum, red apple, bold body, soft acidity, earthy undertones, smooth with hints of dried fruit and cocoa aftertaste Body: Bold, creamy Acidity: Soft and balanced, menyatu lembut dalam susu. Kopi blend ini cocok untuk latte atau cappuccino | strong coffee
Shazi bukan kopi untuk terburu-buru. Ia hadir untuk dinikmati perlahan — dalam latte yang menenangkan, atau cappuccino yang penuh busa kehangatan. Di sana, keharumannya mekar sempurna, menjadi fragrance within — aroma yang memeluk dari dalam, bukan sekadar lewat di udara.
Dalam setiap hirupan, Shazi berbisik lembut — tentang malam yang berwangi cokelat, tentang rasa yang menari di antara kekuatan dan kelembutan. Sebuah keseimbangan antara bumi dan aroma, antara rasa dan perasaan.
SHAZI Senja Suhra – kehangatan senja, percakapan malam paduan indah antara gelap dan terang. TGC House blend; Robusta & Arabica Coffee Tasting notes: lembut, bercahaya, dan hangat; lembut, sedikit fruity, dengan kedalaman cokelat & nuansa rempah lembut. Body: Medium to full — halus namun bertenaga. Acidity: Lembut dan seimbang, seperti cahaya senja yang menyentuh awan. Flavor: dark chocolate, floral sweetness and mild fruit, earthy with spice and honey Aftertaste: Panjang dan bersinar lembut — seperti cahaya yang enggan padam di ufuk barat.
Di bawah langit yang mulai kehilangan warna, wangi kopi ini lahir — lembut seperti cahaya terakhir yang memeluk bumi. Saudari senja; cahaya yang enggan padam. Ia bukan sekadar aroma, tapi perasaan yang menautkan siang dan malam, antara tenang dan hangat, antara manis dan kuat. Di setiap hirupan, ada kisah tentang keseimbangan — antara kelembutan Laurina dan keberanian Semendo.
Ia bukan kopi untuk terburu-buru, melainkan untuk mereka yang tahu bahwa keindahan selalu datang di antara dua waktu — saat hari hampir berakhir, dan malam baru saja bernafas.
Untuk memudahkan mengingat dua jenis kopi yang Anda sukai ini, TGC mem-visual kan kopi ini sebagai seorang Arabic dancer, bernama Shazi.
Di TGC, kami percaya bahwa kopi bukan sekadar rasa — tapi juga perasaan. Dengan begitu banyak kopi langka dari seluruh dunia, kami menciptakan “karakter” untuk membantu kamu mengingat cita rasa dan jiwa dari masing-masing kopi.
Sama seperti tokoh favoritmu dalam buku atau film, kamu akan terus kembali pada karakter yang paling menyentuh hatimu. Jadi… udah ketemu kopi favoritmu?
Anda harus log masuk untuk menerbitkan komentar.