Origin: Ijen, Java 100% arabica coffee Variety: Blue Mountain (Jamaica) Process: Washed / Natural (according to label) Tasting notes:
Kopi yang dari Jamaica Blue Mountain yang terkenal itu lumayan harga nya karena import, dan agak sulit mendapatkan nya di Indonesia. Namun TGC pernah ikut lelang untuk mendapatkan biji mentah kopi ini pada tahun 2017, feed back customer yang telah merasakan kopi tersebut: ketagihan ^.^
Beberapa tahun belakangan, kami mengetahui bahwa ada tanaman kopi varietas asli dari Blue Mountain Jamaica tersebut yang di tanam di Indonesia. Hanya beberapa petani kopi saja yang memilikinya dan berhasil panen – sehingga kopi favorit kita ini relatif lebih mudah didapatkan dan lebih terjangkau harganya. Taste nya bagaimana? yang masih ingat rasa Blue Mountain Jamaica boleh di bandingkan… Ngopi Blue Cierra di TGC, trus komen di bawah ya….
100% Arabica Coffee Origin: Gayo, bener meriah Process: Semi Washed Elevation: 1200m ASL Notes: fruity balance, medium acidity, herbs hint, strong body
Untuk memudahkan mengingat jenis kopi yang Anda sukai ini, TGC mem-visual kan kopi ini sebagai seorang pe-sumo dari Jepang, bernama Kenta; yang berarti sehat, kuat, dan besar – sangat cocok dengan karakter rasa kopi gayo.
RWANDA RED BOURBON 100% arabica coffee Origin: Mbilima, Rwanda Altitude: 1900-2200m ASL Variety: 100% Red Bourbon Process: Full Washed & sun dried Notes: orange peel, red apple, blackberry, chocolate
Untuk memudahkan mengingat jenis kopi yang kamu sukai ini, TGC mengelompokkan-nya kedalam karakter VIDESHA – dalam bahasa sansekerta विदेश berarti “luar negeri” atau “negara lain”. TGC mem-visual-kan karakter kopi ini dengan sebuah jam antik. Jam ini jarumnya tidak bergerak, inspirasi untuk tagline TGC: “time stops in a cup of coffee, so enjoy!” serasa waktu berhenti saat menikmati secangkir kopi TGC
Di TGC, kami percaya bahwa kopi bukan sekadar rasa — tapi juga perasaan. Dengan begitu banyak kopi langka dari seluruh dunia, kami menciptakan “karakter” untuk membantu kamu mengingat cita rasa dan jiwa dari masing-masing kopi.
Sama seperti tokoh favoritmu dalam buku atau film, kamu akan terus kembali pada karakter yang paling menyentuh hatimu. Jadi… udah ketemu kopi favoritmu?
_____________
Ketika masa panen raya, lot ini dapat memperkerjakan 23 perempuan dan 60 laki-laki. Cherries dipilih dengan tangan saat sudah benar-benar matang kemudian di pulping pada hari yang sama menggunakan mesin pulper, mengelompokkan biji kopi menjadi 3 grade berdasarkan beratnya. Kemudian kopi di fermentasi semalaman (sekitar 12 jam) kemudian di pisahkan lagi berdasarkan beratnya menggunakan sistem apung, yang paling berat A1 biasanya terbaik. Lalu direndam dalam air antara 18-24 jam untuk menstabilkan kandungan kelembabanya. Biasanya wanita melakukan sebagian besar dari pekerjaan sortasi manual menggunakan tangan, yaitu pada 2 tahap; diatas meja pra pengeringan tertutup, dan diatas meja pengeringan. Biji kopi yang telah di cuci dipindahkan dari tempat fermentasi basah keatas meja pre pengeringan tertutup, akan di sorting secara intensif sekitar 6 jam – yaitu saat masih belum terkena sinar matahari, biji kopi yang kelihatan masih hijau/belum matang saat kopi basah di sortir. Lalu biji kopi dipindahkan ke bagian meja pengeringan terbuka sekitar 14 hari (tergantung cuaca), dimana biji kopi akan di sortir lagi untuk menghilangkan defects, di bolak-balik secara rutin, namun dilindungi dari hujan dan sinar terik siang hari – untuk memastikan pengeringan secara merata. Setelah mencapai 11% kadar kelembaban, biji kopi disimpan dalam gudang untuk proses giling kering terakhir dan sortir manual lagi. Tim coffeecupping dan Q grader melakukan tugasnya di tahap ini. Biasanya lot dipisahkan berdasarkan harinya dan grade-nya.
play and listen
Roasted Beans 2022
100% arabica coffee Origin: Nyamagabe, Rwanda Altitude: 1700-1900m ASL Variety: Red Bourbon Process: Washed & sun dried on raised beds Notes: Currants, orange peel, red apple, blackberry, chocolate, juicy and round body. Prizes (all washing stations): #7, #18  Cup Of Excellence Rwanda 2008; #23, #36 COE Rwanda 2011; #7,#12, #19 COE Rwanda 2012; #14, #24 COE Rwanda 2014
Hanya buah kopi (cherries) yang matang sempurna dipilih dan di petik dengan tangan, pada hari yang sama di pulping menggunakan mesin, yang kemudian dipisahkan menjadi 3 kelas berdasar beratnya. Setelah itu, biji kopi di fermentasi semalaman (sekitar 12-18 jam) dan di pilah lagi menggunakan sistem apung untuk mensortir kopi berdasar beratnya (yang paling berat, grade A1, biasanya paling baik). Kopi basah di rendam dalam air sekitar 24 jam untuk menstabilkan kadar kelembaban. Seperti pada kebanyakan tempat pencucian kopi di Rwanda, wanita-lah yang melakukan kebanyakan pekerjaan sorting dengan tangan. Sortir dilakukan 2 kali, yaitu pada meja pra-pengeringan tertutup dan meja pengering. Biji kopi yang sudah bersih dipindahkan dari wadah fermentasi basah ke atas meja pra-pengeringan untuk di sortir secara intensif pada cahaya alami sekitar 6 jam.
Seperti sore yang jatuh perlahan di pegunungan Jawa Barat, ia tak mencari sorotan—hanya menawarkan kehangatan yang jujur, secangkir kopi yang mengajak diam sejenak, dan merasa cukup.
Origin: Garut, Jawa Barat 100% arabica coffee Washed Process Tasting notes: seperti pikiran yang akhirnya menemukan tenangnya; seorang menemani saat senja mendingin, menghangatkan dari dalam dan membuatmu ingin tinggal. Hangat, tenang, dan membumi— sebuah rasa yang tak menuntut perhatian, namun perlahan menetap, meninggalkan perasaan aman dan pulang. Dark choco , caramel, medium body & acidity Aroma: Dark chocolate and soft caramel, with subtle hints of toasted sugar and gentle nutty undertones Flavor: Rich dark chocolate, smooth caramel sweetness Body: Medium body, smooth and balanced Acidity: Medium acidity Aftertaste: Clean and lingering, with gentle cocoa sweetness and a mellow caramel finish
Di lereng-lereng Garut, kopi tumbuh tanpa banyak sorotan. Dikelilingi pegunungan, kabut pagi, dan tanah vulkanik yang subur, kebun-kebun kopi di wilayah ini hidup dalam ritme alam yang pelan dan konsisten. Kopi Garut dikenal dengan karakternya yang bersih dan bersahaja. Proses washed menjaga kejelasan rasa, membiarkan biji kopi mengekspresikan asalnya tanpa berlebihan. Hasilnya adalah cangkir yang hangat, seimbang, dan mudah didekati—namun tetap berkarakter. Nada cokelat gelap dan karamel hadir lembut, berpadu dengan tubuh sedang dan keasaman yang tenang. Bukan kopi yang ingin mencuri perhatian, melainkan kopi yang setia menemani—saat senja mendingin, atau ketika pagi masih ragu untuk sepenuhnya terbangun. Di TGC, kami melihat Garut sebagai pengingat bahwa keindahan tidak selalu datang dari yang paling keras atau paling terang. Kadang, ia hadir dari ketekunan, kesederhanaan, dan rasa yang jujur. Garut adalah kopi untuk mereka yang mencari kehangatan yang stabil— sunyi, namun menguatkan.
Untuk memudahkan mengingat jenis kopi yang Anda sukai ini, TGC mem-visual kan kopi ini sebagai GIA. Diambil dari nama Italia, yang berarti god is gracious; terinspirasi dari dewi Yunani yang bernama Gia.
Di TGC, kami percaya bahwa kopi bukan sekadar rasa — tapi juga perasaan. Dengan begitu banyak kopi langka dari seluruh dunia, kami menciptakan “karakter” untuk membantu kamu mengingat cita rasa dan jiwa dari masing-masing kopi.
Sama seperti tokoh favoritmu dalam buku atau film, kamu akan terus kembali pada karakter yang paling menyentuh hatimu. Jadi… udah ketemu kopi favoritmu?
Anda harus log masuk untuk menerbitkan komentar.